BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap manusia mempunyai sifat keindahan yang berbeda-beda dengan sesamanya. Setiap manusia selalu menginginkan sebuah keindahan. Sesuatu yang terlihat bagus, cantik, elok dan sebagainya. manusia menginterpretasikan keindahan sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya. Diantaranya pemandangan, rumah, tatanan, perabotan, suara, hasil seni bahkan manusia itu sendiri. Karena itu keindahan dapat dikatakan merupakan bagian hidup dari manusia.
1. Apa yang dimaksud dengan manusia?
2. Apa yang dimaksud dengan keindahan?
3. Bagaimana hubungan manusia dengan keindahan?
C Tujuan Pembahasan
Tujuan dari pembahasan materi ini adalahagar pembaca dapat mengetahui apa itu manusia dan apa itu keindahan keindahan serta dapat menginterpretasikan keindahan itu dengan baik.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Manusia
Manusia adalahmakhluk yang berakal budi. Manusia juga dapat diartikan berbeda-beda baik menurut sudut pandang biologis, rohani, dan istilah kebudayaan.
Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens,golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Secarakerohanian, mereka dijelaskan dalam agama, dan ada hubungannya dengan ketuhanan atau makhluk hidup Dalam kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemukserta perkembangan teknologinya, dan kemampuannya untuk membentuk kelompok untuk dukungan satu sama lain.
Menurut Nicolaus D. & A. Sudiarja, “manusia adalah bhineka, akan tetapi tunggal. Manusia disebut bhineka karena ia mempunyai jasmai dan rohani, sedangkan disebut tunggal karena hanya berupa satu benda / barang saja.”
B. Pengertian Keindahan
Keindahan adalah sifat-sifat yang indah.Manusia digolongkan menjadi 2 kelompok yaitukeindahan yang obyektif dan keindahan yang subyektif.
keindahan obyektif ialah keindahan yang memang ada pada obyeknya, yang diharuskan menerima sebagaimana mestinya. Sedangkan yang disebut keindahan subyektif, adalah keindahan yang biasanya ditinjau dan segi subyck yang diharuskan mcnghayatinya.
Menurut Alexander Baurngarten. “Keindahan itu dipandang scbagai kcseluruhan yang mcrupakan susunan yang teratur daripada bagian-bagian, yang bagian-bagian itu crat hubungannya satu dengan yang lain, juga dengan keselunuhan. (Beauty is on of parts in their manual relations and in their relations to the whole).”
C. Hubungan Manusia dengan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari okum politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, okum, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pendapat saya mengenai hubungan antara manusia dan keindahan ini adalah setiap manusia pada dasarnya dapat merasakan keindahan tergantung dari pandangan manusia tersebut, pandangan dari masing-masing manusia dilihat dari kadar pengetahuan manusia itu sendiri . karena pandangan inilah penilaian seseorang akan suatu karya seni pun dapat berbeda beda.
DAFTAR PUSTAKA
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.