Sunday, April 28, 2019

Ilmu Budaya Dasar


Manusia dan Harapan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan kita. Kita harus hidup dengan harapan, tetapi kita tidak bisa hidup bergantung hanya pada harapan, tetapi kita juga harus bertindak.

B. Rumusan Masalah
1. Apa hubungan Manusia Dan Harapan?

C. Tujuan Pembahasan
Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana hubungan dan keterkaitan antara manusia dan Harapan. Mulai dari pengertian masing-masing dan hubungan keduanya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Manusia
Menurut Nicolaus D. & A. Sudiarja, “manusia adalah bhineka, akan tetapi tunggal. Manusia disebut bhineka karena ia mempunyai jasmai dan rohani, sedangkan disebut tunggal karena hanya berupa satu benda / barang saja.

B. Pengertian Harapan
Harapan adalah keseluruhan dari kemampuan yang dimiliki individu untuk menghasilkan jalur mencapai tujuan yang diinginkan, bersamaan dengan motivasi yang dimiliki untuk menggunakan jalur-jalur tersebut.

C. Hubungan Manusia dan harapan
Hubungan antara manusia dan harapan tidak bisa dilepaskan karena manusia menginginkan adanya harapan. Tanpa adanya harapan manusia itu sendiri bisa dianggap hampa atau mati dalam hidup. Dengan harapan, manusia dapat menentukan masa depannya. Menurut Abraham Maslow harapan manusia adalah harapan dalam kelangsungan hidup, harapan akan adanya keamanan, harapan akan adanya hak dan kewajiban mencintai dan dicintai, harapan akan status dan harapan perwujudan cita-cita.

· Kelangsungan hidup
Manusia mengharapkan kelangsungan hidup yang lebih baik untuk ke depannya. Manusia membutuhkan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka diperlukan kerja keras serta harapan.

· Keamanan
Setiap orang mengharapkan adanya keamanan. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang visual, melainkan juga secara moral. Dalam hal ini agama merupakan cara memperoleh keamanan moral bagi pemeluknya. Keyakinan kepada Tuhan memberikan perlindungan keamanan yang diharapkan.

· Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
Seiring dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Bila seseorang telah menginjak dewasa, maka sudah saatnya dia mempunyai harapan akan dicintai dan mencintai.

· Status
Setiap manusia mengharapkan status. Harapan akan status itu penting, karena dengan status, harga diri manusia dapat terangkat.

· Perwujudan cita-cita
Manusia perlu mengembangkan kemampuan atau bakatnya agar harapannya dapat terwujud sehingga diakui keberadaannya sesuai dengan profesinya

BAB III
PENUTUP

Dalam setiap kehidupan manusia yang pastinya mempunyai harapan, kita tidak boleh menyerah untuk mewujudkan harapan tersebut. Karena harapan dan keinginan itu lah yang membuat hidup kita menjadi berarti di dunia ini, yang terus memberikan dorongan agar kita tetap melakukan dan memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan.


Daftar Pustaka

Driyarkara tentang Manusia, Yayasan Kanisius, Yogyakarta 1980.
Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas Gunadarma
http://etheses.uin-malang.ac.id/1673/6/11410129_Bab_2.pdf

Sunday, March 31, 2019

Ilmu Budaya Dasar

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang

 Setiap manusia mempunyai sifat keindahan yang berbeda-beda dengan sesamanya. Setiap manusia selalu menginginkan sebuah keindahan. Sesuatu yang terlihat bagus, cantik, elok dan sebagainya. manusia menginterpretasikan keindahan sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya. Diantaranya pemandangan, rumah, tatanan, perabotan, suara, hasil seni bahkan manusia itu sendiri. Karena itu keindahan dapat dikatakan merupakan bagian hidup dari manusia.

B    Rumusan Masalah

1.    Apa yang dimaksud dengan manusia?
2.    Apa yang dimaksud dengan keindahan?
3.    Bagaimana hubungan manusia dengan keindahan?

C    Tujuan Pembahasan
Tujuan dari pembahasan materi ini adalahagar pembaca dapat mengetahui apa itu manusia dan apa itu keindahan keindahan serta dapat menginterpretasikan keindahan itu dengan baik.



BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Manusia

Manusia adalahmakhluk yang berakal budi. Manusia juga dapat diartikan berbeda-beda baik menurut sudut pandang biologis, rohani, dan istilah kebudayaan.
Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens,golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Secarakerohanian, mereka dijelaskan dalam agama, dan ada hubungannya dengan ketuhanan atau makhluk hidup Dalam kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemukserta perkembangan teknologinya, dan kemampuannya untuk membentuk kelompok untuk dukungan satu sama lain.
Menurut Nicolaus D. & A. Sudiarja, “manusia adalah bhineka, akan tetapi tunggal. Manusia disebut bhineka karena ia mempunyai jasmai dan rohani, sedangkan disebut tunggal karena hanya berupa satu benda / barang saja.”

B.  Pengertian Keindahan

    Keindahan adalah sifat-sifat yang indah.Manusia digolongkan menjadi 2 kelompok yaitukeindahan yang obyektif dan keindahan yang subyektif.
keindahan obyektif ialah keindahan yang memang ada pada obyeknya, yang diharuskan menerima sebagaimana mestinya. Sedangkan yang disebut keindahan subyektif, adalah keindahan yang biasanya ditinjau dan segi subyck yang diharuskan mcnghayatinya.
Menurut Alexander Baurngarten. “Keindahan itu dipandang scbagai kcseluruhan yang mcrupakan susunan yang teratur daripada bagian-bagian, yang bagian-bagian itu crat hubungannya satu dengan yang lain, juga dengan keselunuhan. (Beauty is on of parts in their manual relations and in their relations to the whole).”



C.  Hubungan Manusia dengan Keindahan

Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari okum politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, okum, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

BAB III
PENUTUP


Kesimpulan

Pendapat saya mengenai hubungan antara manusia dan keindahan ini adalah setiap manusia pada dasarnya dapat merasakan keindahan tergantung dari pandangan manusia tersebut, pandangan dari masing-masing manusia dilihat dari kadar pengetahuan manusia itu sendiri . karena pandangan inilah penilaian seseorang akan suatu karya seni pun dapat berbeda beda.


DAFTAR PUSTAKA